Pekerja arie yudho

Cerita Dari Seorang Kawan

Captain’s Log – Seorang kawan pernah bercerita kepada saya mengenai perusahaan yang dipimpinnya.

Kawan saya, memiliki beberapa gerai di Surabaya dan Jakarta, yang menjual kebutuhan rumah beserta pernak perniknya.

Juga, memiliki pabrik di daerah Margomulyo, untuk mendukung gerai tersebut.

Total karyawan sekitar 1.000 pekerja, dari beberapa gerai dan pabrik.

Langkah bisnis kawan saya tersebut, selanjut nya membuka kantor cabang di Singapura, untuk fokus pada penjualan di Asia Pasifik.

Total pekerja di kantor cabang Singapura sekitar 15 karyawan.

“Aku paling seneng kalau ke Singapura”, ujar kawan saya.

“Ya senang lah, ke Singapura”, timpal saya.

“Bukan untuk jalan-jalan. Tapi untuk ngurusin kerjaan”, ujar nya.

“Apa bedanya dibanding ngurusin kerjaan di Indonesia?”, tanya saya.

Dia terdiam sejenak, sambil meminum kopi di hadapannya.

“Kalau aku minta data¬≤ di kantor Surabaya, data-data gerai dan pabrik, sebulan belum tentu rampung”, terang nya.

“Ya wajar lah, karyawan mu sak abrek (banyak sekali)”, kata saya.

“Iya betul. Tapi kalau di Singapura, data-data yang lebih banyak jumlah nya, dalam tiga jam sudah bisa aku terima”, lanjut dia.

Saya terdiam mendengar penjelasan kawan saya tersebut.

Betapa cepatnya proses bisnis terselesaikan di kantor cabang Singapura, bila dibandingkan pada kantor pusat di Surabaya.

Padahal, data yang dibutuhkan kawan saya, jauh lebih banyak dari kantor cabang Singapura bila dibandingkan dengan data yang dibutuhkan dari kantor pusat Surabaya.

Tidak sebegitu efisiennya kah tenaga kerja Indonesia?